Suararakyatsuaratuhan.com,Medan- Air mati total selama dua hari berturut-turut, warga di sepanjang Jalan Bromo, Kelurahan Tegal Sari Mandala 3, Kecamatan Medan Denai, meluapkan kemarahan dan kekecewaan terhadap kinerja PDAM Tirtanadi yang dinilai abai, tidak profesional, serta semakin meresahkan masyarakat.
Krisis air ini membuat kehidupan warga lumpuh, mulai dari kebutuhan mandi, mencuci, memasak, hingga keperluan sanitasi dasar.
Bukan sekadar gangguan biasa, kondisi ini dianggap sebagai bentuk nyata kegagalan pelayanan publik.
Kemudian Hingga hari kedua air tidak mengalir sama sekali, warga mengaku tidak menerima pemberitahuan resmi, tidak ada penjelasan terbuka, dan nihil solusi konkret dari PDAM Tirtanadi sebagai penyedia layanan air bersih.
Hal tersebut dikatakan salah seorang warga bernama Guntur (25) tahun kepada media pada Rabu, 7 Januari 2026. Ia menegaskan peristiwa air mati ini bukan kali pertama terjadi, namun terus berulang dari waktu ke waktu tanpa kejelasan dan tanpa rasa tanggung jawab dari pihak terkait.
“Ini sudah dua hari air mati total, bukan kecil, tapi benar-benar tidak keluar sama sekali. Mau mandi susah, mau masak susah, mau buang air saja susah. Tapi lucunya, tagihan tetap jalan terus dan tidak pernah terlambat,” ujar Guntur dengan nada geram.
Menurutnya, warga Jalan Bromo bukan tidak mau bersabar, namun kesabaran itu habis ketika PDAM Tirtanadi terkesan bungkam dan tidak peduli terhadap penderitaan masyarakat. Tidak ada pengumuman sebelumnya, tidak ada penjelasan saat air mati, bahkan setelah dua hari berlalu warga hanya bisa saling bertanya tanpa satu pun jawaban resmi.
“Kami ini pelanggan, bayar rutin setiap bulan. Tapi pelayanan seperti ini seolah-olah kami bukan siapa-siapa. Kalau memang ada perbaikan atau gangguan, sampaikan secara jujur dan terbuka. Jangan rakyat dibiarkan menderita tanpa kepastian,” tegasnya.
Keluhan senada juga disampaikan warga lainnya di kawasan Jalan Bromo. Mereka menilai kondisi ini sangat menyiksa, terutama bagi keluarga yang memiliki anak kecil, lansia, serta warga yang sedang sakit. Tidak sedikit warga terpaksa membeli air galon tambahan, mengeluarkan biaya ekstra di luar kebutuhan rumah tangga, bahkan menumpang ke rumah kerabat di luar wilayah tersebut demi memenuhi kebutuhan paling dasar.
Ironisnya, hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya respons nyata dari PDAM Tirtanadi. Tidak ada distribusi air bersih darurat, tidak ada klarifikasi resmi, dan tidak ada kepastian batas waktu pemulihan layanan. Situasi ini semakin menguatkan anggapan warga bahwa pelayanan publik yang seharusnya menjadi prioritas justru diperlakukan asal-asalan.
Warga Jalan Bromo, Kelurahan Tegal Sari Mandala 3, Kecamatan Medan Denai, mendesak pemerintah daerah dan manajemen PDAM Tirtanadi segera turun tangan, melakukan evaluasi serius, serta memberikan penjelasan terbuka kepada publik. Masyarakat menegaskan, air bersih bukan fasilitas tambahan, melainkan hak dasar rakyat yang wajib dipenuhi negara.
“Kalau begini terus, rakyat kecil selalu jadi korban. Kami hanya minta hak kami, air untuk hidup, bukan janji kosong. Kalau tidak ada solusi juga, kami akan turun ke jalan untuk aksi demo,” ujar Guntur, mewakili kemarahan dan keresahan warga Jalan Bromo. (Ws)
.jpg)