Suararakyatsuaratuhan.com, Sidikalang - Warga Sidikalang melayangkan protes terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi dengan cara unik, yakni melakukan aksi menanam jagung dan memancing ikan di jalan rusak yang dipenuhi genangan air.
Aksi tersebut berlangsung di sejumlah titik jalan rusak parah di Kecamatan Sidikalang, Senin (27/4/2026). Warga menilai kondisi jalan yang berlubang dan tergenang air sudah lama dikeluhkan, namun belum juga diperbaiki.
Salah seorang peserta aksi, Andi Silalahi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk sindiran keras terhadap Pemkab Dairi di bawah kepemimpinan Bupati Vickner Sinaga dan Wakil Bupati Wahyu Daniel Sagala.
“Aksi ini bentuk sindiran dan kritik keras karena pemerintah terkesan mengabaikan aspirasi masyarakat, khususnya terkait jalan rusak yang hampir merata di wilayah Dairi,” ujar Andi kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak dan tergenang air telah lama mengancam keselamatan pengguna jalan serta berpotensi merusak kendaraan.
Ia menyebut, berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, sejumlah titik jalan tersebut bahkan telah berulang kali menyebabkan pengendara terjatuh hingga mengalami luka serius.
“Atas dasar itu, kami melakukan aksi sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat. Memancing dan menanam jagung di jalan rusak ini adalah simbol kritik kepada Pemkab Dairi,” katanya.
Dalam aksi tersebut, warga juga menyoroti slogan “Jalan Tanpa Genangan Air (Jatagena)” yang digaungkan pemerintah daerah. Mereka menilai slogan tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Kinerja pemerintah dinilai belum maksimal karena masih banyak ditemukan jalan rusak, berlubang, dan tergenang air di berbagai wilayah,” ujarnya.
Warga mendesak Pemkab Dairi segera melakukan evaluasi dan memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan yang dinilai mendesak bagi kepentingan masyarakat.
Mereka juga menegaskan akan terus menyuarakan aspirasi jika tidak ada perbaikan dari pemerintah daerah. (Redaksi)

