Notification

×

Iklan

BUPATI DELI SERDANG DIDESAK MUNDUR USAI KECEWAKAN MASSAL BUKBER

Kamis, 19 Maret 2026 | Maret 19, 2026 WIB Last Updated 2026-03-19T09:29:52Z


Suararakyatsuaratuhan.com,DELI SERDANG – Kekecewaan mendalam dirasakan ratusan hingga ribuan warga setelah agenda buka puasa bersama (bukber) yang digelar Pemerintah Kabupaten Deli Serdang batal secara sepihak, Rabu (18/3/2026).


Kegiatan yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung di rumah dinas Asri Ludin Tambunan itu, mendadak tidak terlaksana tanpa penjelasan resmi kepada para undangan.


Padahal, undangan resmi bernomor 000.1.5/1638 tertanggal 10 Maret 2026 telah disebarkan luas dan ditandatangani langsung oleh bupati. Sekitar 1.000 warga dari berbagai kalangan—mulai dari pengurus BKM, bilal mayit, masyarakat prasejahtera, buruh harian lepas, hingga tukang becak dan ibu-ibu pengajian—telah dijadwalkan hadir.


Namun fakta di lapangan justru berbanding terbalik. Saat warga mulai berdatangan, tidak terlihat adanya tanda-tanda persiapan kegiatan. Hingga waktu berbuka semakin dekat, barulah tersiar kabar bahwa acara dibatalkan.


Akibatnya, para undangan terpaksa mencari tempat berbuka sendiri, bahkan sebagian di antaranya harus berbuka di pinggir jalan dan masjid sekitar.


Ketua DPP Ralin SA, Rudi Suntari, mengecam keras kejadian tersebut. Ia menilai pembatalan mendadak ini sebagai bentuk kelalaian serius dalam tata kelola pemerintahan.


“Warga sudah datang sesuai undangan resmi, tapi justru dibiarkan tanpa kepastian. Ini bukan sekadar kelalaian, tapi bentuk ketidakseriusan pemerintah dalam melayani masyarakat,” tegasnya, Kamis (19/3/2026).


Rudi juga mengungkapkan bahwa kejadian serupa disebut bukan kali pertama terjadi. Ia menilai kondisi ini mencerminkan buruknya manajemen kegiatan di lingkungan pemerintah daerah.


“Kalau kegiatan sederhana seperti buka puasa saja tidak mampu dikelola dengan baik, bagaimana dengan urusan pemerintahan yang lebih besar? Ini alarm serius. Kepemimpinan bupati layak dipertanyakan,” ujarnya.


Bahkan, ia secara tegas meminta Asri Ludin Tambunan untuk mundur dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab moral.


“Lebih baik mundur daripada terus mengecewakan masyarakat,” pungkasnya.


Di sisi lain, beredar informasi bahwa pemerintah daerah berencana kembali mengundang warga untuk kegiatan serupa. Namun, rencana tersebut justru menuai kritik karena dinilai tidak sensitif terhadap kondisi sebagian umat yang telah merayakan Idul Fitri lebih awal.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Kabupaten Deli Serdang belum memberikan klarifikasi resmi terkait pembatalan mendadlak tersebut. (WS)

×
Berita Terbaru Update